Ikaatje's Site-To Every Little Good Things in Life...

Ika's posts with tag: bentara budaya

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bentara budaya
Blog EntryAgenda April 2008-Bentara Budaya JakartaApr 1, '08 2:53 AM
for everyone
Temans, berikut Agenda April Kami:
 
Pameran Fotografi Perancis
Memotret Warisan Budaya
10 April- 20 April 2008, pukul 10.00-18.00 WIB
Pembukaan: 9 April 2008, pukul 19.30 WIB
 
 
               Warisan budaya dalam beragam bentuk ! Warisan budaya tidak hanya mencakup monumen bersejarah dan tempat penting lainnya. Pameran ini menampilkan seleksi fotografi warisan budaya dalam cakupan yang luas : pilar gereja, pabrik, benda sehari-hari dan berharga, bangunan menakjubkan dan umum, mesin-mesin dan bangunan. Sebuah perjalanan melalui 16 tema yang mengajak kita untuk berpikir sejenak tentang  warisan kita bersama serta yang akan kita tinggalkan pada generasi masa depan. Dibuat antara tahun 1962 hingga kini, fotografi yang ditampilkan berasal dari Inventaris umum Warisan Budaya Kementrian Kebudayaan dan Komunikasi Prancis. Inventaris umum yang dibuat pada tahun 1962, bertujuan untuk menyortir, mempelajari dan mengenalkan kepada masyarakat semua yang menjadi bagian dari warisan budaya nasional.
               Tertangkap oleh lensa kamera, benda menyatu dengan pandangan dan interpretasi sang fotografer. Pameran ini menampilkan sisi terbaik. Setelah singgah di berbagai belahan dunia, pameran "Memotret Warisan Budaya" tiba di Indonesia. Tata letaknya dipercayakan kepada arsitek-arsitek muda berbakat Indonesia. Pusat Kebudayaan Prancis di Jakarta menggunakan kesempatan ini untuk mengundang direktur dari sekolah ternama di Prancis Ecole Nationale Supérieure d'Architecture di Paris - Val de Seine. Kehadirannya akan menjadi ajang pertemuan mengenai pembangunan arsitektur megah pada akhir abad XX di Prancis, bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Jakarta (UI, Trisakti, Tarumanegara dan Pelita Harapan).
 
 
 

Pameran Seni Rupa

AHIMSA

25 April-4 Mei 2008, pukul 10.00-1800 WIB

Pembukaan: 24 April 2008, pukul 19.30 WIB

 

Teror dan ketakutan adalah salah satu ancaman mutakhir terhadap kenyamanan dalam peradaban modern ini.  Konflik sosial dalam skala lokal maupun global mencerminkan ketegangan dan kekerasan yang mulai mengganggu kenyamanan dalam toleransi dan persaudaraan antar umat manusia.  Kekerasan berdarah tak sedikit memicu inspirasi bagi para pelukis dari berbagai zaman. Dari pelukis Fransisco da Goya, Eugene Delacroix, Rembrandt van Rijn, sampai Pablo Picasso yang melukiskan pengeboman kota Guernica.

Ahimsa adalah konsep bersikap mandiri, menolak diperbudak, melawan segala bentuk eksploitasi dan penindasan, dilakukan tanpa kekerasan, menjadi tema pameran kali ini. Para perupa merespon tema Ahimsa, menuangkan secara visual, imajinasi maupun fantasi mereka. Ditampilkan karya-karya AA Darmayuda, AS Kurnia, Made Bakti Wiyasa, Made Mahendra Mangku, Made Sumadiyasa, Nyoman Sujana “Kenyem”, Polenk Rediasa dan Wayan Kun Adnyana. Dikuratori oleh Putu Wirata Dwikora.

 

 

April 2008: BBJ Putar Film-film Mira Nair

 

Bulan April 2008 ini Bentara Budaya Jakarta (BBJ) akan memutar secara retrospektif delapan film karya Mira Nair, perempuan kelahiran Bhubaneswar, Orissa, India tanggal 15 Oktober 1957 yang memulai karirnya sebagai sutradara sejak tahun 1979  hingga 1985 dengan membuat tiga film pendek dokumenter. Film ketiganya, India Cabaret memperoleh penghargaan  film dokumenter terbaik di Festival Film Amerika, suatu investigasi subuktur penari striptease di Bombay. Ia sempat studi di Universitas New Delhi sebelum memperoleh gelar sarjana di bidang sosiologi dari Universitas Harvard tahun 1976. Ia kini menetap di kota New York, menikah dengan pria Yahudi Amerika.

 

Baru tahun 1988 ia memulai debutnya untuk film cerita, Salaam Bombay! yang memperoleh untuk film asing terbaik untuk Oscar dan Kamera Emas di Festival Film Cannes. Film itu mengisahkan kekerasan hidup anak-anak jalanan di Bombay. Tahun 1991 ia membuat Mississippi Masala, film percintaan gadis keturunan India (yang berimigrasi dengan keularganya dari Uganda ke Amerika wilayah selatan) dengan seorang pria Amerika Afrika yang diperankan Denzel Washington dan memperoleh penghargaan screenplay terbaik di Festyival Film Venesia. Film Perez Family (1995)yang mengisahkan keluarga imigran Kuba di Amerika dan film Kama Sutra: A Tale of Love (1996) tak sesukses film Monsoon Wedding, tentang perkawinan hasil perjodohan di New Delhi yang meraih penghargaan Singa Emas di Festival Film Venesia  2001.

 

Tiga film terakhirnya adalah Hysterical Blindness (2002) yang dibintangi Uma Thurman, Vanity Fair (2004) yang dibintangi Reese Witherspoon, dan The Namesake (2006) tentang keluarga India asal Calcutta yang berimigrasi ke Amerika yang dibuat berdasarkan novel laris karya Jhumpa Lahiri.

 

 

Selasa, 15 April 2008:

Jam 17.00:       Salaam Bombay!

Jam 19.30:       Mississippi Masala

 

Rabu, 16 April 2008:

Jam 17.00:       The Perez Family

Jam 19.30:       Kama Sutra: A Tale of Love

 

Kamis, 17 April 2008:

Jam 17.00:       Monsoon Wedding

Jam 19.30:       Hysterical Blindness

 

Jumat, 18 April 2008:

Jam 17.00:       Vanity Fair

Jam 19.30:       The Namesake

 

Salam,

Ika W Burhan

Bentara budaya Jakarta

Jl.Palmerah Selatan 17

Jakarta 10270

(021)5483008,ext.7910-13

(021)53699181-fax

www.bentarabudaya.com

damai@loveable.com


Start:     Feb 14, '08 7:30p
End:     Feb 24, '08
Location:     Bentara Budaya Jakarta, Jl.Palmerah Selatan 17, Jakarta 10270. www.bentarabudaya.com
Jejak-Jejak P.K. Ojong
Pameran Koleksi Bentara Budaya

14-24 Februari 2008
pukul 10.00-18.00 WIB

Pembukaan 14 Februari 2008
Pukul 19.30 WIB

Bagi sebuah institusi media pers, wajib membantu para seniman dengan cara tidak hanya memberitakan pameran-pameran sang seniman, namun dengan cara membeli karyanya. Begitulah ucapan P.K. Ojong, salah satu tiang utama pendiri Harian Kompas. Ucapannya diwujudkan dengan mengoleksi lukisan-lukisan modern Indonesia, dari karya Popo Iskandar bertema bunga dalam vas, dilanjutkan dengan karya puluhan maestro pelukis Bali dan berkembang dalam jumlah ratusan lainnya. Tak sekadar lukisan, P.K. Ojong juga mengumpulkan karya-karya keramik beragam jenis. Keramik-keramik itulah, bersama benda lain yang dikumpulkan dengan tekun, rajin, sabar dan konsisten, dipamerkan dalam pameran ini. Keramik, guci, martavan, tempayan, meja kerja P.K. Ojong, akan digelar berjejer dengan lukisan-lukisan master para pelukis Bali yang dikumpulkannya sejak tahun 1970an, yang menjadi highlight koleksi Bentara Budaya. Termasuk di dalamnya lukisan-lukisan adikarya Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Ketut Kobot, Wayan Turun, Ida Bagus Made Poleng, Anak Agung Gde Maregeg, Made Deblog, dan para master lainnya.




Dunia Karl May: pameran & diskusi

20-24 Februari 2008
Pukul 10.000-18.00 WIB

Menampilkan pameran, foto, dan berbagai pernik yang datang dari “Dunia Karl May”, dari tokoh-tokoh rekaannya, maupun dari kultur yang menjadi lanskap dari berbagai buku ceritanya.


Sabtu, 23 Februari 2008, pukul 13.00 WIB
Diskusi bersama Daniel Dhakidae dan Seno Gumira Ajidarma, diawali pemutaran film
doku drama “Si Pengkhayal dari Saksen”, diteruskan dengan pemutaran film tv “Kara Ben Nemsi”.

Minggu, 24 Februari, pukul 10.00 WIB
Pemutaran film kartun “Winnetoon” untuk anak-anak
Pemutaran film parodi “Sapatu Manitou” pukul 12.30
dan documenter “500 Nations” episode 7
Acara ini bekerjasama dengan Paguyuban Karl May Indonesia



Jejak-Jejak P.K. Ojong
Pameran Koleksi Bentara Budaya

14-24 Februari 2008
pukul 10.00-18.00 WIB

Pembukaan 14 Februari 2008
Pukul 19.30 WIB

Bagi sebuah institusi media pers, wajib membantu para seniman dengan cara tidak hanya memberitakan pameran-pameran sang seniman, namun dengan cara membeli karyanya. Begitulah ucapan P.K. Ojong, salah satu tiang utama pendiri Harian Kompas. Ucapannya diwujudkan dengan mengoleksi lukisan-lukisan modern Indonesia, dari karya Popo Iskandar bertema bunga dalam vas, dilanjutkan dengan karya puluhan maestro pelukis Bali dan berkembang dalam jumlah ratusan lainnya. Tak sekadar lukisan, P.K. Ojong juga mengumpulkan karya-karya keramik beragam jenis. Keramik-keramik itulah, bersama benda lain yang dikumpulkan dengan tekun, rajin, sabar dan konsisten, dipamerkan dalam pameran ini. Keramik, guci, martavan, tempayan, meja kerja P.K. Ojong, akan digelar berjejer dengan lukisan-lukisan master para pelukis Bali yang dikumpulkannya sejak tahun 1970an, yang menjadi highlight koleksi Bentara Budaya. Termasuk di dalamnya lukisan-lukisan adikarya Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Ketut Kobot, Wayan Turun, Ida Bagus Made Poleng, Anak Agung Gde Maregeg, Made Deblog, dan para master lainnya.

Dunia Karl May: pameran & diskusi
20-24 Februari 2008
Pukul 10.000-18.00 WIB
Menampilkan pameran, foto, dan berbagai pernik yang datang dari “Dunia Karl May”, dari tokoh-tokoh rekaannya, maupun dari kultur yang menjadi lanskap dari berbagai buku ceritanya.

Sabtu, 23 Februari 2008, pukul 13.00 WIB
Diskusi bersama Daniel Dhakidae dan Seno Gumira Ajidarma, diawali pemutaran film
doku drama “Si Pengkhayal dari Saksen”, diteruskan dengan pemutaran film tv “Kara Ben Nemsi”.

Minggu, 24 Februari, pukul 10.00 WIB
Pemutaran film kartun “Winnetoon” untuk anak-anak
Pemutaran film parodi “Sapatu Manitou” pukul 12.30
dan documenter “500 Nations” episode 7
Acara ini bekerjasama dengan Paguyuban Karl May Indonesia

Di bulan yang sama, salah satu Penerbit kelompok kami yaitu: KPG(Kepustakaan Populer Gramedia) juga akan mengadakan peluncuran Buku Benny-Mice-Lagak Jakarta dan sederetan acara lainnya :28 Februari-1 Maret 2008-











Linkmy office webNov 1, '07 3:46 AM
for everyone
Link: http://bentarabudaya.com

want to check out our programs? Just go to this page.....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help