Ikaatje's Site-To Every Little Good Things in Life...

Ika's posts with tag: dulu aku....

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dulu aku....
Blog EntryJANGAN BIARKAN......Jan 24, '08 9:38 PM
for everyone

Aku ingin menulis ini buat beberapa temanku minggu2 ini intens menanyakan “Apakah aku terima kerjaan A,..dan meninggalkan pekerjaan B?”

Kurasa, aku tak ada kemampuan untuk memberi jawaban”Ambil aja A, tinggalkan kerjaan B”,..wah,.kalau dia ga hepi gimana?

 

Begini, 10 tahun lalu aku pernah bekerja dgn 4 bos dari Korea.Dan sueerr…jobdeskrib-nya ga gue banget! Tapi tak apa, kucoba saja dulu.Posisiku dianggap penting, ‘tangan kiri’-nya presdir perusahaan Garment(soalnya tangan kanan-nya dah ada entah siapa yg jadi kaki kanan dan kirinya,..:-)). Hari pertama, .eh,..malah jam pertama aku bekerja, aku sudah menerima berbagai gertakan dan bentakan agar aku nantinya bisa bertanggung jawab terhadap kelangsungan perusahaan.Hari pertama!!!

Setiap hari kujalani pekerjaanku dengan was-was.Setiap hari aku berangkat kerja dengan wajah murung dan pulang dgn wajah lelah.Karena bentakan yang nyaris tiap jam kuterima.Aku bekerja dengan tegang, ketakutan, menghadapi karakter2 keras bos2ku.

 

Contohnya:Saat aku sedang makan siang (di ruang makan perusahaan), kudengar teriakan pak bos besar  memanggil namaku,..”IKAAAA,COME QUICK!!!” semua teman-teman memandangku. Duh.AKu urung menyantap makan siangku. “Mau dikasih ‘hadiah’ apalagi, mbak?”kata rekan2ku. AKu hanya diam. Deg2an seperti biasa. Tapi kali ini aku cuek, kulanjutkan santapku. Tak lama pintu dibuka dan bos termuda masuk.

“Hei,..Mr,….memanggilmu!Quick!”

Kujawab”But,..im having lunch.” Iya dong.ini kan jam makan siang.

“MAKE IT QUICK!!!”ujarnya keras. Saat itu juga kutinggalkan makanku dan tak kusentuh lagi.Berjalan dalam diam dan kejengkelan.Aku kayak autis kalau marah.Diam.

“Yes, sir? Ada apa?”tanyaku pada bos besar.Wajahnya seperti biasa penuh amarah.Membuat wajah bulat putihnya itu tambah tak menarik dan mengingatkanku pada sosok hewan yang selalu berbunyi :Oink..oink..grokkk!!! (Sorry..).

Lalu seperti biasa dia memerintahku dalam bahasa Inggris yang (kata Benny-Mice, Inggris setengah mateng.

“You, coba you buat surat bla..bla..bla…”.Aku bingung, yang dia perintahkan adalah pekerjaan ‘tangan kanan’ pak bos yg kebetulan tidak masuk hari itu. Tapi sebagai Board Secretary Director(wuihh,..kerjaannku tidak sehebat jabatanku looh,..asal tahu aja)yang baik aku harus bisa back up kaleee….

“Tentang surat apa, sir?”tanyaku memastikan.Wajahnya langsung menatapku penuh ‘kemesraan’ alias mau menelan bulat2!

Surat apa? Ya seperti yang bisa dilakukan si A itu!Cari di Laptop dia!”

“Ya, tapi bentuknya seperti surat perjanjian apa, sir?”Tanyaku dengan takut. Dia tetap tidak mau jelaskan dan ‘keukeuh’ bahwa aku harus pikir saja sendiri apa yang dia maksud..Ya sudah, dari pada main tebak-tebakkan sama presdir terhormat ini, aku lakukan sebisaku. Dan akhirnya selesailah aku mengerjakan apa yang dia perintahkan. Dan asal tahu, bentakan itu sudah menjadi sarapan pagi, makan siang dan menjelang pulang (jam 9 malam).Aku masih belum terbiasa.Hampir dua bulan berjalan, rasanya sudah 2 tahun.Waktu berjalan begitu lambat. Sampai aku nekat, suatu pagi datang dan memutar jam di ruangan pak bos besar 15 menit lebih cepat.Hehehe.nakal juga ya. Habis sebel. Kembali ke surat yang kubuat tadi,Eh, kupikir apa yang kukerjakan tadi sudah benar. Teriakan kembali menggema. Aku tergopoh2 masuk ke ruangan beliau. Kudapati wajahnya merah seperti udang direbus hidup-hidup.

Surat yang kubuat terletak di meja.Matanya menatap tajam.

Surat apa yang kamu buat ini?!!!”tanyanya keras.Aku tergagap.

“Ya..ya..seperti yang Anda minta, sir.”
Dia memukul meja.”Aku tidak minta ini!!!”

“Maaf, saya pikir inilah yang Anda minta…”jawabku masih tergagap. Kembali dia menggebrak meja.Aku sampai terkaget-kaget.”BUKAN INI!!!!KAMU BODOH!!!!”

Brakk!!! Dunia jadi terasa hening. Tiba-tiba ada yang naik ke kepalaku, entah apa itu, yang jelas bukan sekedar kemarahan dan ketakutan yang kutahan.Tanpa kusadari,..Kubalik MENGGEBRAK meja beliau sambil berkata(setengah teriak).

“Saya kan tadi Tanya, apa yang harus saya lakukan, Anda tidak mau menjelaskan, jadi jangan salahkan saya kalau saya jadi salah mengerjakan, bagaimana sih Anda!!!”

 

Sumpeh looh,..dunia jadi tambah hening. Dia menatap wajahku dengan mata terbelalak.Seperti mahluk dari neraka yang siap menerkamku. Matik aku!Tamat dah gua!!!Waduh, takut digaplok nih!!!Awas kalau berani menyentuhku.

Diluar dugaan,…dia malah menyurut.Wajahnya melembut.

“Ma..maksud saya,..mestinya kamu..bla..bla..blaa….”

Eh, kenapa nih?

Sejak saat itu saya jadi mulai lebih berani dan kuat. Alias masa bodoh.Beban mental saya yg takut dipecat kek, kehilangan pekerjaan kek.Hilang sama sekali!!! Aku bukan budak!!! Dan aku tidak mau ‘dijajah’ oleh manusia-manusia ini.

Suatu hari lagi bos muda jutek yang sering bolak-balik ruanganku(naksir kale..hehehe), menegur. Saya juga harus sering2 bolak-balik ke tempat dia karena berurusan dengan sekretarisnya. Sering ketuk pintu.Sampai suatu saat pintu itu terus terbuka dan aku tetap harus berurusan dengan sekretarisnya.Kebetulan ada teman pak bos muda yang lagi bertandang. Eh, dia menegurku karena menurutnya aku lupa mengetuk pintu yg dari tadi sudah terbuka.

“Hei, Ika,..can you knock the ‘fuckin’ door if you enter my room?!”

Duuar!!! Geledek lagi neh.Kasar amat?! AKu menatap dalam2 mata pak bos muda.Datar. Dari tadi jug a gue dah ketok mulu, elu aja yang budek!Gerutuku dalam hati.Karena  bos muda ini juga kurang ramah dan menurutku kasar. Aku jadi tidak peduli.

“Excuse me sir, I already knock that ‘fuckin’ door several times, maybe you didn’t hear it.”jawabku tenang dan santai, dgn gaya tetap sopan. Matanya melotot.Diam membisu. Aku kembali ke ruanganku. Selang berapa waktu, bos muda menghampiriku,….”Where did you learn your English, like that?!”tanyanya kesal(untung gak ngamuk!).Sambil membenahi mejaku dengan tenang kujawab.

“Well, I learn from you sir,…”

Doi diam. Dan aku senyum aja dalam hati dengan bahagia.

 Suatu hari kuterima telpon dari dosen pembimbingku dulu kalau ada lowongan kerja di tempat aku bekerja sekarang.Aku disarankan untuk melamarnya dan meninggalkan ‘neraka’ itu. Aku turuti. Aku dipanggil untuk tes. Bingung deh, bagaimana aku keluar dari kantor ini untuk izin tes kerjaan?Huh-tidak mungkin deh. Tapi karena tidak ada lagi beban mental dan aku sudah masa bodoh dengan para bos keras ini,..aku juga jadi merasa bebas-bebas saja.

Esoknya aku datang ke kantor pk. 2 siang!!!!Karena paginya kubilang pak bos, aku harus ke klinik,..bla..bla..blaa..Pokoknya kubo’ongin deh tuh. Padahal aku ikut tes kerja. Dan itu kulakukan berkali-kali.Alasannya macam-macam:

Diare, …ke klinik,..ada urusanlah. Tatapan pak bos makin tidak suka? Iya laah,… Tapi emang gue pikirin! Aku sudah tidak terbebani kok.Mau dipecat juga silakan.

 

Suatu hari aku sudah benar-benar tidak betah lagi,..aku tulis surat pengunduran diri. Pak bos kaget dong. Kenapa? Dia Tanya. Apa karena gajinya kurang besar? Iih, dasar gak sensi.Kujawab,..”ya.gajiku terlalu kecil untuk beban yang kuterima. Sorry sir, I have better job”. Padahal sih waktu itu aku belum diterima apakah bekerja di tempat aku tes itu atau tidak. Maka, keluarlah aku, juga karena males tuh bos2 mulai genit sama aku. Jijay deh.

Syukurlah, aku benar2 diterima di tempat yang sesuai bakat dan kemampuanku.

Pak bos membujukku dan mau menaikkan gajiku, asal aku balik lagi.sorry deeh…tidak mau!!!

 

Intinya dear friends, bekerjalah di tempat dimana kamu bisa merasa bahagia berapapun bayaranmu, tempat yang membuat hatimu tenang dan nyaman seberapa beratpun pekerjaanmu, tempat yang membuatmu bisa belajar banyak, berkembang, tanpa harus kamu kehilangan nurani dan selalu diterpa kegelisahan dan ketakutan. Jangan biarkan apapun 'menyakitimu' dan jangan diam terlalu lama di sekitar energi negatif.Karena jika kamu selalu dikelilingi energi negatif, seberapa kuatpun kamu akan berimbas juga pada hidup dan kekuatan hatimu.Sudahkah kamu menemukan tempat itu???

 

Much love-Ika


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help