Ini bukan sinetron, pun bukan cerita yang kukarang2 sendiri. Ini memang kisah yang kutemui sendiri.
Suatu hari aku bertemu tetangga kecilku yg tak pernah kulihat sebelumnya di dekat rumah nenekku..seorang gadis berwajah cantik,..saat itu kupikir usianya mungkin sekitar 10 tahun.Sekilas anak ini terlihat normal.Tapi semakin kulihat lebih dalam ada yg lain yang menyita mataku.Kulit putihnya tampak kebiruan di beberapa tempat.Tangan, belakang leher,kaki.Tubuhnya yg gemuk dan 'sehat' sama sekali tak mencurigakan.Tapi saat dia mulai bicara, nafasnya tersengal.Suaranya parau dan 'berat' untuk usianya.Kenapa dia?Saat itu si anak sedang membawa jerigen minyak tanah yg dibawanya dgn terseret2.Ah, kenapa pula dia harus lakukan itu?Kemana ibunya? menyeret jerigen minyak tanah menuruni tangga2 curam kampung dekat komplek dimana nenekku tinggal.
Kusapa dia."Siapa namamu cantik?"tanyaku.Dia menatapku senang.Karena kupanggil cantik mungkin.
"Ika."jawabnya dgn tersengal.Hah?!Dia bahkan punya nama sama denganku.
"Tante siapa?" Dia balik bertanya.Matanya yg kesakitan tetap memancar cerdas.Kujawab pertanyaannya.Dia tertawa kecil.Kok nama kita sama, selorohnya.
Kullihat dia sangat ingin membeli makanan2 ringan yg menggantung menggoda seleranya di suatu warung. "Kamu mau ini?"tanyaku lagi sambil menunjuk jajanan 'mahal' buatnya ini. Dia mengangguk cepat dan akupun membelikannya.Dia melahapnya dengan cepat.Tak lama, nenekku yg saat itu msh sehat segar menuju ke arah kami.Aku menanyakan perihal gadis di depanku ini.Dan alangkah terkejutnya aku saat nenekku berkata kalau gadis kecil ini sakit bermacam2.Usianya baru 5 tahun!!!Tp kenapa dia begitu terlihat 'tua' dan dewasa? Nenekku berkata kalau disekujur tubuh anak ini tumbuh bulu yg lebih lebat dan tidak normal.Bahkan (maaf..)di kemaluannya yg msh belia(5 tahun)sudah ditumbuhi banyak rambut.Aku terpaku.Menatapnya tanpa berkedip, melihatnya bernafas tersengal2 sambil mengunyah makanan yg kubelikan..AKu tidak bisa bicara apa2.Kata nenekku, dia sering diberi uang saku oleh nenekku karena dia merasa iba dengan keadaan keluarganya yang sangat miskin dan tinggal di tempat lembab yg tidak layak, di dekat sungai. Kutatap dia yg pergi menyeret jerigen minyaknya.Kubantu dia sambil menuruni anak tangga.Ya,..rumah yang sangat tidak layak dihuni.
Aku kenal mamanya, bahkan aku kenal saat dia masih kecil.sang mama masih belia pula, 23 tahun kurasa.Sudah punya 3 anak! Ika ini anak tertua.
"Emak,..aku dibeliin chiki sama tante cantik!"selorohnya tiba2 sambil menunjuk ke arahku.Hah? Tante cantik?! Aku tertawa kecil.Demi Tuhan, aku tersipu saat itu.Pujian terindah yg pernah kudengar,dibanding dari mulut2 pria manapun.
"Soalnya tante cantik dan nenek baik tadi kasih kue dan uang.Ika besok mo ketemu nenek baik lagi, ketemu tante cantik juga ya, ntar dikasih kueh lagi."selorohnya bawel.Aku terpaku lagi.ika kemudian menggendong adiknya yg saat itu baru berusia mungkin 2.5 tahun, sedang sang mama menggendong bayi terkecilnya yang baru beberapa bulan. di tempat yg hanya berukuran (maaf)..bahkan kamar tidurkupun lebih besar,...tinggal pula nenek ika yg berusia sekitar 45 tahun dan sedang menggendong pula bayi kurang dari 1 tahun! Duh, aku jadi bingung,..usia berapakah mereka menikah?!!!anak, ibu, nenek, cucu,..sepupu, smua bertumpuk dan saling berbagi ruangan dengan fungsi yg berbeda, bisa jadi dapur dan kamar tidur sekaligus,bayi yg sedang tidur di lantai beralaskan kasur tipis dekil,dekat kompor minyak pula yg sedang menyala.Gila!Gila ini!!!Batinku berteriak.Tapi bibirku hanya terkatup!Mamanya Ika menyambutku dengan antusias.Mungkin dia kaget, ada apa aku mengunjunnginya.Aku tak pernah bertandang ke tempatnya, mungkin pula tak sadar keluarga ini ada,mungkin tak ada tetangga yang mau bertandang ke keluarga ini sama sekali. Aku duduk dilantai semen(yg termewah) di ruangan itu.
Kutanyakan kondisi ika.Jawabnya sambil menggendong bayi mungil itu,..Ika sakitnya macam2.Jantung, liver, ginjal,..dsbnya.Aku melotot.Aku tak tahu harus bereaksi apalagi.Ika, gadis cantik kecil usia 5 tahun itu mengidap komplikasi?!!! Tuhan, ini sungguh tidak adil! Dan aku(sekarang)bahkan tak sanggup bercerita. hari itu aku melamun.Dan aku harus melakukan sesuatu.
Kutelpon temanku yang bekerja di Kompas(lucu, namanya juga Ika), kutanyakan, bukankah ada dana kemanusiaan yg bisa dipakai untuk membantu orang2 seperti si kecil Ika? Ya.Dan akupun cari info.Aku akan mengumpulkan data ika dan mengirimkannya ke Kompas.Aku memang belum tanya2 lebih lanjut. Yang kudengar orang2 spt Ika ini bisa dibantu diringankan Kan kukumpulkan data ika.Ah, leganya, paling tidak, aku bisa meringankan Ika.Dia akan bisa diobati dengan dana kemanusiaan, bisa dijemput dan dibawa ke rumah sakit. Biar kecil, aku harus berbuat sesuatu.Semoga ika lolos 'seleksi' untuk mendapat bantuan.5 hari kemudian,..aku kembali dan langsung ke rumah si kecil Ika.Sang mama muda seperti biasa terlihat murung. Wajahnya sedikit berubah saat melihatku.Dengan antusias kutanyakan dimana Ika dan bagaimana keadaannya. Dia diam dan menunduk sedih.
"Memangnya teteh tidak tahu?"tanyanya lirih...Aku terdiam, bingung.Kenapa?tanyaku
"IKa sudah meninggal dua hari lalu..."jawabnya serak.
Senyap.
Entah berapa lama kami terdiam.
Kutinggalkan rumah gubuk itu dengan lunglai dan perasaan tak berguna yg dalam.Sungguh tidak berguna perasaanku saat itu.Nyeselnya setengah mati.Ini gak adil Tuhan.Gak adil buat siapa?Ika meninggal karena komplikasi jantung dan lever.Tubuhnya semakin membiru.perutnya semakin membesar, membuatnya semakin sulit bernafas.Dihari terakhirnya dia hanya ingin makan ayam goreng kampung kesukaanya.Dan sang bapak bisa mendapatkannya karena pemberian tetangga.Kata sang mama, Ika kecil begitu kuat dan tabah, dewasa, tidak pernah mengeluh rasa sakitnya.Ah, bagaimana mungkin..anak 5 tahun itu...
Dan kalimat terakhir yang dikeluarkan hanyalah: Emak, ika nggak kuat, mau pulang aja ya..."
Ika, seandainya aku bisa mengenal kamu lebih dekat.Mungkin aku akan bisa menjadi tante cantik-mu yang sayang kamu.
......Aku tidak mengenal dekat kamu Ika,...tapi entah,aku sayang sama kamu nak....
Buat Ika di syurga, terimakasih sudah menyentuh hatiku
Tante-mu-Ika
Ps.Buat Ika(mama icha) di Kompas,..masih ingat ceritaku ini?! Aku masih suka sedih mengingatnya.